Berita Terbaru – 3 Pemuda di Cianjur Tewas Usai Meminum Miras Oplosan

Berita Terbaru – 3 Pemuda di Cianjur Tewas Usai Meminum Miras Oplosan

Tiga korban tewas akibat minuman keras atau miras oplosan terus bertambah. Hingga 13 April 2018, tercatat 90 nyawa melayang di Jakarta dan Jawa Barat. Wakapolri Komjen Ari Wibowo meminta semua pihak terlibat dalam menuntaskan kasus miras oplosan ini. Dia bahkan meminta kasus tersebut dibahas  di tingkat pusat atau sidang kabinet.

Situs Judi Online Terpercaya & Terpopuler

Ari pun meyakini, fenomena miras oplosan tidak hanya terjadi di Jakarta dan Jawa Barat. Namun, miras oplosan juga mengancam seluruh wilayah Indonesia. “Sebelum masuk 1 Ramadan itu harus selesai. Kalau ada kapolda atau kapolres yang tidak serius, kita akan ganti,” ujarnya.

Kepolisian masih memburu tersangka kasus miras oplosan yang telah menewaskan banyak orang. Polri optimistis bisa menuntaskan kasus miras oplosan hingga ke akar-akarnya. “Buron itu tinggal (soal) waktu saja,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Syarifudin  di kantornya, Jakarta Selatan, 12 April 2018.

Selain itu, kepolisian juga masih mendalami keterkaitan kasus miras oplosan maut yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Kalimatan Selatan, dan daerah lain. Termasuk, siapa otak di balik produksi dan peredaran miras oplosan ini.

Sebuah rumah mewah di Jalan Raya Garut-Bandung, Cicalengka, Kabupaten Bandung digeledah polisi. Rumah milik tersangka berinisial HM itu diduga sebagai tempat meracik miras oplosan.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan bungker yang dijadikan tempat peracikan miras. Bungker tersebut berada tepat di belakang rumah. Posisinya terletak di sebelah kolam renang yang di atasnya dibangun gazebo berukuran 2,7 x 2,6 meter. “Setiap orang datang ke rumah pasti tidak sadar di bawah gazebo ada bungker di bawahnya,” kata Fauzan.

Berita Terbaru – 3 Pemuda di Cianjur Tewas Usai Meminum Miras Oplosan

POSTED BY

MAXISBET.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *